heart.co.uk Ilustrasi

DetikAsi.com,Labusesl – Tim Saber Pungli Polda Sumatera Utara (Sumut) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel), Senin (9/7/2018) petang kemarin.

Alhasil, sebanyak 6 orang aparatur sipil negara (ASN) diamankan. Keenam ASN tersebut terdiri dari 4 kepala puskemas di Labusel, 1 kepala puskemas di Labuhanbatu dan seorang lagi bendahara puskesmas di Labusel.

Empat kepala puskemas di Dinkes Labusel yang diamankan di antaranya, S (48) Kepala Puskesmas Aek Goti, ES (38) Kepala Puskesmas Tanjung Medan, Kepala Puskesmas Langga Payung dan EE (52) Kepala Puskesmas Ulumahuam.

Sedangkan, 1 kepala puskemas di Dinkes Labuhanbatu adalah JA (34) yang merupakan Kepala Puskesmas Mampang. Sementara, seorang bendahara puskesmas di Dinkes Labusel adalah YH (43) yang bertugas di Puskemas Aek Goti.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, keenam ASN yang terjaring karena tertangkap tangan adanya dugaan pungutan liar.

“Sekira pukul 14.30 WIB, Tim Saber Pungli Polres Labuhanbatu mendapat informasi bahwa adanya pemotongan Dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) Periode Januari 2018 s/d Maret 2018,” ungkap Tatan, Selasa (10/7/2018).

Dari informasi itu, selanjutnya tim melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap keenam orang tersebut.

“Dana BOK tersebut dipotong oleh Bendahara Dinkes Labusel atas nama S sebesar 40 persen, dari Dana BOK yang diterima oleh masing-masing kepala puskesmas di sana. Sehingga, dana BOK yang diterima oleh masing-masing kepala puskesmas tidak lagi sesuai dengan jumlah yang seharusnya diterima,” jelas Tatan.

Ia menyebutkan, dari OTT tersebut diamankan barang bukti uang tunai berjumlah seratusan juta rupiah. Dengan rincian, Rp54.550.000 dari tas bendahara Puskesmas Aek Goti, Rp35.000.000 dari Kepala Puskesmas Tanjung Medan, Rp 34.900.000 dan dari Kepala Puskesmas Mampang.

Selain itu, turut diamankan dokumen pertanggungjawaban Dana BOK periode Januari 2018 s/d Maret 2018, daftar penerimaan transport kegiatan BOK Puskesmas dan barang bukti lainnya.

Sementara, Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang  melalui telepon selularnya membenarkan adanya OTT tersebut. Kata dia, mereka telah diboyong ke Mapolres untuk proses hukum lebih lanjut.(PJKST/TR)

BAGIKAN

BERIKAN KOMENTAR

Silakan berikan komentar anda
Silakan masukan nama anda disini