DetikAsia.com, VATIKAN – Sekitar 2.000 orang gelandangan dan pengungsi akan menonton pertunjukan sirkus di Roma pada Kamis (11/1) atas permintaan Paus Francis. Namun, kelompok pembela hak-hak binatang di Italia dan AS mengkritik hal tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu (10/1), People for Ethical Treatment of Animals (PETA) meminta Paus untuk memikirkan kembali rencananya. Mereka menegaskan, hewan bukan makhluk yang harus dipekerjakan untuk menghibur.

“Kekhawatiran Paus terhadap orang-orang yang tertindas juga harus diperluas ke binatang-binatang liar yang telah diperbudak, dikurung, dirantai, dan dipukuli demi melakukan trik yang membingungkan mereka,” kata PETA, dikutip CNN. PETA menunjuk Paus Francis sebagai Person of the Year pada 2015.

Pada Rabu (10/1), Vatikan mengumumkan Circo Medrano, sebuah kelompok sirkus Italia, telah menawarkan 2.100 tempat gratis untuk Paus. Rencana ini adalah bagian dari program Paus Francis yang ingin menjangkau orang-orang miskin, tunawisma, dan pengungsi di Roma.

Juru bicara Circo Medrano, Brian Casartelli, mengatakan kepada CNN, sirkusnya telah memenuhi semua peraturan untuk memberikan perlakuan manusiawi terhadap hewan.

“Satu binatang hanya melakukan pertunjukan selama lima menit, sisa waktunya dipakai untuk berlatih atau berada di tempat terbuka, dan kami telah berkonsultasi dengan dokter hewan tentang cara terbaik untuk memperlakukan hewan,” kata dia.

Vatikan menolak berkomentar mengenai masalah ini. Sebelumnya, Paus Francis pernah berbicara mengenai bagaimana beberapa orang lebih memprioritaskan hewan di atas kepeduliannya terhadap orang lain.

“Kadang-kadang Anda merasa kasihan terhadap hewan, tapi Anda tetap acuh tak acuh terhadap penderitaan orang lain. Berapa kali kita melihat orang-orang begitu terikat pada kucing, anjing, tapi mereka pergi tanpa membantu tetangga yang membutuhkan?” kata Francis dalam audiensi di Vatikan pada 2016.

Mereka yang diundang oleh Vatikan untuk menonton sirkus juga akan menerima pemeriksaan kesehatan dan makan siang gratis. Dalam beberapa tahun terakhir, Paus juga telah membuka binatu untuk orang miskin dengan fasilitas kamar mandi, tukang cukur, dan layanan medis.[RCI/TR]

BAGIKAN

BERIKAN KOMENTAR

Silakan berikan komentar anda
Silakan masukan nama anda disini