Pencarian korban KM SInar Bangun (Foto: ANTARA FOTO)

DetikAsia.com – Kapal yang membawa alat Multi Beam Scan Sonar tiba di Pelabuhan Tigaras. Kehadiran kapal yang membawa alat untuk melacak bangkai KM Sinar Bangun itu langsung disambut sejumlah keluarga korban.

Wajah mereka penuh haru. Menunggu kepastian kabar rombongan Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi bersama Bupati Simalungun JR Saragih. Ternyata kabar baik itu belum datang.

Syaugi mengatakan, alat Multi Beam Side Scan Sonar milik TNI AL tidak mampu menembus kedalaman Danau Toba untuk mencari bangkai kapal. Alat yang didatangkan pada Kamis (21/6) itu ternyata hanya memiliki kemampuan 600 meter. Hingga kedalaman itu, tim gabungan belum menemukan apa-apa.

Prediksi awal Basarnas, Danau Toba hanya memiliki kedalaman 500-550 meter. Fakta di lapangan, kondisinya sangat berbeda. Kedalaman Danau Toba melebihi 600 meter.

“Sudah kami pasang dari pagi tadi. Siang, kami bergerak menuju ke perkiraan lokasi tenggelamnya kapal. Ternyata begitu mendekati lokasi kapal tersebut, alat ini tidak bisa mendeteksi karena melebihi kemampuannya,” kata Syaugi.

Kapal sempat bergerak ke kedalaman yang lebih rendah. Namun bangkai KM Sinar Bangun tidak juga ditemukan.

Basarnas rencananya mendatangkan alat yang sama. Namun dengan kemampuan yang lebih bagus. Alat yang akan didatangkan nantinya diklaim bisa menembus kedalaman 2.000 meter. Alat sonar yang datang besok adalah milik Basarnas.

“Kami belum bisa tahu di mana koordinat kapal itu. Tapi perkiraannya tahu. Apalagi sudah lima hari sudah bergeser karena arus berubah,” tutur Syaugi.

Mulai hari pertama, pencarian dilakukan dengan mengarahkan penyelam dan alat remote underwater vehicle. Namun penyelam hanya bisa mencapai kedalaman 50 meter.

Rencananya besok, helikopter juga dikerahkan untuk melakukan pencarian. Kemudian didukung perahu yang melakukan pencarian di permukaan air. Dua hari terakhir, tim pencarian hanya pulang dengan tangan kosong. Teranyar, korban yang baru dievakuasi sebanyak 21 orang. Tiga di antaranya dalam kondisi tewas.(JPC/TR)

BAGIKAN

BERIKAN KOMENTAR

Silakan berikan komentar anda
Silakan masukan nama anda disini