DETIKASIA.COM-Seekor ikan Paus Bungkuk ditemukan terdampar dalam keadaan mati di tengah hutan Amazon, Brasil, Minggu (24/2). Sejumlah ilmuan dikagetkan dengan penemuan bangkai ikan paus tersebut.

Dilansir Mirror, para ilmuwan meyakini paus itu mati di laut dan kemungkinan besar berada di hutan Amazon karena tersapu gelombang pasang.

Ilmuwan dari Departemen Kesehatan, Sanitasi, dan Lingkungan Brasil, Dirlene Silva, mengatakan, penemuan paus bungkuk itu pun karena burung pemakan bangkai.

“Burung nasar terlihat berputar-putar di atas bangkai yang ditemukan tersembunyi di semak-semak agak jauh dari laut,” ujar Silva.

Sementara itu, ahli biologi dari Bicho D’Aagua Institute telah menuju ke lokasi untuk mengumpulkan sampel forensik agar penyebab kematian dapat diketahui secara pasti.

Mereka percaya hewan besar itu sudah mati ketika dibawa oleh gelombang besar.

Adapun dugaan serupa juga dikatakan Renata Emin yang merupakan spesialis kelautan di Brasil.

“Kami masih tidak yakin bagaimana itu mendarat di sini, tapi kami menduga makhluk itu mengambang dekat ke pantai yang pasang selama beberapa tahun terakhir,” kata Emin.

“Kami bingung tentang apa yang dilakukan paus bungkuk di pantai utara Brasil selama Februari karena ini adalah kejadian yang sangat tidak biasa.” lanjut Emin terheran-heran.

Sedangkan menurut ahli, paus bungkuk biasanya terlihat di pantai timur laut Bahia antara Agustus hingga November untuk berkembang biak sebelum bermigrasi ke Antartika.

“Kami percaya paus ini mungkin telah bepergian dengan induknya dan mungkin tersesat atau terpisah selama siklus migrasi antara kedua benua.”Para peneliti juga mengatakan, karena tidak ada alasan yang jelas mengapa itu meninggal, hanya otopsi yang akan menentukan penyebab kematian.

Sedangkan Emin yang juga memimpin investigasi kematian paus itu menyatakan “Kami mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang bisa kami dapatkan dan mengidentifikasi tanda dan luka di tubuhnya untuk melihat apakah ia tertangkap di jaring atau tertabrak perahu.” jelas Emin.

Para ilmuwan juga berencana untuk membedah bangkai paus itu, mengumpulkan sampel parasit, dan bukti dari otot yang akan dikirim ke laboratorium untuk menganalisis penyebab kematian.

Untuk mengetahui penyebab kematian itu setidaknya membutuhkan waktu hingga sepuluh hari.

Ahli biologi berkata: “Paus bungkuk biasanya tidak melakukan perjalanan ke utara. Kami memiliki catatan satu yang muncul di daerah itu tiga tahun lalu, tetapi jarang terjadi.

“Kami percaya ini adalah anak paus yang mungkin telah bepergian dengan induknya dan mungkin tersesat atau terpisah selama siklus migrasi antara kedua benua.”

Para peneliti mengatakan karena tidak ada alasan yang jelas mengapa paus itu meninggal, hanya otopsi yang akan menentukan penyebab kematian.

Emin menambahkan: “Bergantung pada kondisi dekomposisi, beberapa informasi mungkin sudah hilang.
“Kami mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang bisa kami dapatkan dan mengidentifikasi tanda dan luka di tubuhnya untuk melihat apakah ia tertangkap di jaring atau tertabrak perahu.”(Kumparan/AW)

BAGIKAN

BERIKAN KOMENTAR

Silakan berikan komentar anda
Silakan masukan nama anda disini