DetikAsia.com, Medan – Pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Medan masih sering terjadi. Meskipun pasokan listrik ke PLN telah tercukupi, namun pemadaman lebih banyak terjadi karena gangguan pada sistem jaringan PLN akibat pencurian yang terjadi di gardu-gardu.

“Pencurian material telah berlangsung sejak Desember 2017. Pencurian semakin marak dan mengkhawatirkan dalam dua bulan terakhir. Sudah ada 200-an gardu yang materialnya diambil orang tidak bertanggungjawab,” kata Manajer PT PLN (Persero) Area Medan, Agus Trisusanto, Senin (26/2).

Agus juga menjelaskan, lokasi pencurian material gardu ini tersebar di hampir seluruh wilayah operasional mereka. Namun yang paling banyak terjadi di area kerja Belawan, Medan Timur, Helvetia dan Medan Baru.

“Selain pencurian material gardu seperti NT Fuse, orang yang tidak bertanggungjawab juga mencoba-coba mencuri kabel tanam kami,” jelasnya.

Agus mengungkapkan, aksi pencurian material maupun kabel tersebut mereka ketahui setelah pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat yang mengalami pemadaman listrik.

“Padahal tidak ada kegiatan pemeliharaan di sekitar sana. Tapi saat kita periksa ternyata ada perangkat yang hilang,” ungkapnya.

“Untuk itu, demi kenyamanan bersama, kami mohon kepada masyarakat yang tinggal di sekitar gardu PLN, jika ada orang-orang yang mencurigakan, tanpa identitas PLN yang jelas, mengutak-atik Gardu PLN, segera bawa orang tersebut ke kepala lingkungan atau Polsek terdekat,” imbaunya.

Agus menambahkan, untuk antisipasi kejadian tersebut, pihaknya akan mengubah Master Key Gardu, sehingga diharapkan tidak ada lagi pencurian material tersebut.

“Kasus pencurian material gardu tersebut telah kita laporkan ke Polrestabes Medan. Kami juga berharap polisi dapat segera menangkap para pelaku pencurian itu,” pungkasnya.(ANL/TR)

BAGIKAN

BERIKAN KOMENTAR

Silakan berikan komentar anda
Silakan masukan nama anda disini