Ilustrasi

DetikAsia.com – Pihak Pertamina memberikan tanggapan mengenai daftar harga kenaikan BBM yang beredar di media sosial. Dilansir TribunWow.com, hal tersebut tampak dari laman Twitter resmi @pertamina yang diunggah pada Jumat (7//2018).

Dari daftar harga yang disebarkan di media sosial, tampak Premium mengalami kenaikan menjadi Rp 9.500.Kemudian Pertalite menjadi Rp 11.000, Pertamax berubah jadi Rp 14.000 hingga Bio Solar berada di angka Rp 8.500.Harga-harga yang beredar ini pun sempat membuat resah publik yang kemudian ramai-ramai menanyakan hal itu ke Pertamina.

Menanggapi hal tersebut, Pertamina menegaskan jika daftar harga yang beredar adalah hoaxalias tidak benar. Pertamina mengatakan jika pihaknya tidak menaikkan BBM. Sejauh ini, lanjut Pertamina, harga BBM masih tetap dan tidak mengalami penyesuaian.

“Sobat, informasi tentang kenaikan harga BBM malam ini adalah HOAX ya. Harga BBM Pertamina masih tetap dan tidak mengalami penyesuaian,” tulis Pertamina.

“Harga BBM Pertamina masih tetap dan belum ada rencana penyesuaian harga,” tegasVice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, dikutip dari laman resmi Pertamina.

Adiatma menjelaskan apabila pihaknya akan terus memantau kondisi nilai rukar rupiah yang saat ini tengah bergejolak.

Hal ini supaya Pertamina bisa tetap menjaga penyediaan dan melayani kebutuhan BBM di masyarakat.

Lebih lanjut, Adiatma menjelaskan jika pihaknya pasti akan memberikan laporan setiap ada perubahan harga BBM sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Pertamina patuh pada aturan Pemerintah bahwa setiap penyesuaian harga harus dilaporkan dahulu,” tegas Adiatma.

Pemerintah Pastikan Harga BBM Tak Naik meski Rupiah Melemah

Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yakni minyak tanah, minyak solar dan premium.

Jonan menyampaikan hal tersebut karena muncul isu pemerintah akan menaikan harga BBM bersubsidi karena rupiah yang terus melemah.

“Pemerintah tidak rencanakan kenaikan harga dalam waktu dekat,” tegas Jonan saat konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa (4/9/2018), dikutip dari Tribunnews.

Sementara itu harga Prem‎ium penugasan saat ini Rp 6.450 per liter dan Solar subsidi Rp 5.150 per liter, sedangkan harga minyak tanah dan harga minyak tanah yakni minyak tanah 2.500 per liter.

Sedangkan harga BBM non subsidi harganya menyesuaikan dengan harga minyak dunia yang di SPBU Pertamina di kawasan DKi Jakarta per 1 Juli 2018 Rp 7.800 per liter untuk pertalite, pertamax Rp 9.500 per liter, lalu pertamax turbo Rp 10.700 per liter, Pertamina dex Rp10.500 liter dan Dexlite Rp 9.000 per liter.

Diberitakan Kontan, rupiah sempat melemah di awal pekan lalu, meski demikan, rupiah ditutup menguat pada akhir pekan, Jumat (7/9/2018).

Data kurs tengah versi Bank Indonesia (BI) menunjukkan rupiah naik tipis 0,05 persen menjadi Rp 14.884 per dollar AS. Namun, dihitung dalam sepekan, rupiah sudah terdepresiasi hingga sedalam 1,18 persen.

Di pasar spot rupiah berhasil menguat 0,49 persen ke Rp 14.820 per dollar Amerika Serikat (AS).

Akan tetapi jika dihitung dalam sepekan, pergerakan mata uang Garuda masih melemah 0,75 persen.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal memproyeksikan, mata rupiah bergerak dalam rentang Rp 14.730–15.000 per dollar AS pekan depan.

Sementara Ekonom Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C Permana memprediksikan pekan depan rupiah berada di kisaran Rp 14.750–Rp15.050 per dollar AS.(Tribun/TR)

BAGIKAN

BERIKAN KOMENTAR

Silakan berikan komentar anda
Silakan masukan nama anda disini