Masjid keliling untuk sambut Olimpiade 2020 [YouTube: Yasuharu Inoue].

DetikAsia.com – Sebuah truk berwarna putih biru perlahan masuk tengah lapangan. Truk itu perlahan-lahan truk berubah menjadi tempat ibadah. Inilah yang dinamakan masjid keliling.

Jepang sedang mempersiapkan segala hal untuk menjamu pengunjung dari seluruh dunia untuk Olimpiade Musim Panas 2020. Salah satunya adalah menciptakan sebuah masjid di atas roda empat, yang diharapkan akan membuat para pengunjung Muslim merasa seperti di rumah.

CEO Proyek Masjid Keliling Yasuhara Inoue mengatakan, kemungkinan tidak akan akan ada cukup masjid untuk pengunjung Muslim pada 2020. Masjid keliling dapat melakukan perjalanan ke berbagai tempat Olimpiade sesuai kebutuhan.

“Sebagai negara yang terbuka dan ramah, kami ingin berbagi gagasan ‘omotenashi’ atau keramahan Jepang dengan orang-orang Muslim,” katanya dilansir Al Jazeera pada Kamis, (26/7).

Masjid keliling ini pertama diresmikan awal pekan ini di Toyota Stadium, tempat sepak bola J-League di kota Toyota, yang juga merupakan markas besar perusahaan mobil dengan nama yang sama.

Bagian belakang truk 25 ton yang dimodifikasi dijadikan pintu masuk yang dibuka ke atas dan kemudian sisi-sisinya untuk keluar. Truk ini seluas 48 meter persegi dapat menampung 50 orang. Siswa Indonesia, Nur Azizah yang menjadi korban tsunami 2004 juga berpartisipasi dalam upacara debut.

“Masjid Keliling sangat penting bagi orang-orang Muslim seperti orang Jepang atau turis Muslim yang mengunjungi Jepang. Aku ingin menunjukkan kepada teman-temanku,” kata Nur.

Diperkirakan 100.000 hingga 200.000 Muslim tinggal di Jepang. Tatsuya Sakaguchi, seorang turis di Jepang berharap masjid keliling ini akan membantu membuka pikiran orang-orang di seluruh dunia.

Inoue mengatakan, inspirasi untuk proyek datang kepadanya dalam perjalanan ke Qatar empat tahun lalu. Awalnya, penyelenggara proyek berencana untuk menargetkan acara olahraga internasional baik di Jepang maupun di luar negeri.

Inoue berharap proyek ini bisa lebih dari sekadar mengisi celah dalam infrastruktur keagamaan.

“Ke depan, saya akan sangat senang jika orang-orang dari Indonesia, Malaysia, Afrika, Timur Tengah, pengungsi yang datang dari Syria dapat menggunakan masjid sebagai alat untuk mempromosikan perdamaian dunia,” katanya.(JPC/TR)

BAGIKAN

BERIKAN KOMENTAR

Silakan berikan komentar anda
Silakan masukan nama anda disini