Koordinator Region Kalimantan Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin Doakan Jokowi Menang (DJM) 1 kali lagi, Linda Susanti Jingga menggunakan pakaian adat suku Dayak.

SINGKAWANG – Koordinator Region Kalimantan Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin Doakan Jokowi Menang (DJM) 1 kali lagi, Linda Susanti Jingga menilai kerja keras DJM tak dihargai presiden.

Linda mengucapkan selamat kepada Jokowi dan Ma’ruf Amin yang telah terpilih menjadi Presiden Indonesia.

Tentu pihaknya merasa bangga, tetapi bersamaan dengan ini perlu disampaikan wujud kekecewaan dirinya dan DJM lima provinsi di Kalimantan.

“Pasalnya tak satu pun individu DJM yang mewakili organisasi mendapat posisi strategis, padahal DJM telah banyak memberikan kontribusi atas kemenangan Jokowi-Ma’ruf, dibuktikan dengan mengakomodir perjuangan bahkan hingga pengawalan pelantikan Jokowi-Ma’ruf,” katanya, Jumat (8/11/2019).

Bila melihat perjuangan DJM tak kalah dengan perjuangan relawan lainnya. Memang DJM adalah sifatnya relawan, tetapi seharusnya presiden melek dengan perjuangan relawan yang tak gentar menghadapi tantangan dan rintangan dilapangan bahkan hingga keakar rumput.

Sedangkan risiko menjadi relawan tak ada yang menjamin keselamatan nyawa setiap insan, karena bergerak menghadapi rintangan khususnya kalimantan harus menembus jalan-jalan berlumpur hingga sampai ke desa-desa, ditambah lagi beberapa kali dihadapi musim hujan.

Ada juga daerah yang masih harus diseberangi dengan jalan air saja, ambil contoh Kecamatan Serawai Ambalau Kabupaten Sintang yang notabenenya terkesan masih terdapat beberapa kampung yang terisolir hanya lewat jalan air.

“Kalimantan dan Papua sangatlah perlu kiranya masih harus tetap menjadi daerah prioritas untuk pembangunan infrastruktur, kesetaraan perekonomian serta sumber daya manusia,” tegasnya.

Secara rasional ambil contoh di Kalbar dibeberapa daerah masih sangat banyak terpuruk perekonomian rakyat karena sebagian besar masyarakat masih mengandalkan karet dalam mencukupi hidupnya, seperti daerah-daerah perhuluan secara khusus zona timur yaitu Kabupaten Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu.

Dilihat dari sisi SDM kalbar dan papua harus menjadi prioritas mengingat masih banyak terdapat dibeberapa daerah khususnya kabupaten-kabupaten dikalbar terdapat ada beberapa sekolah yang masih hanya 1-2 guru untuk mengajar di kelas-kelas, ini tentu berpengaruh keoada daya serap siswa-siswa didik, belum lagi ditambah fasilitas yang belum mencukupi, dimana misalnya kekurangan gedung sekolah, kurangnya alat-alat penunjang lainnya.

Dirinya sadar DJM hanyalah relawan bukan parpol, bukan kader-kader politik, tetapi lewat DJM sangat banyak aspirasi akar rumput terserap hingga sampai ke Jokowi sebagai calon orang nomor 1 di Indonesia ketika itu.

DJM seluruh Indonesia bergerak tanpa menunggu, tetapi menjemput demi kemenangan Jokowi, karena sebuah kemenangan bukan ditunggu melainkan dijemput hingga ke akar rumput.

Kalimantan jelas menunjukkan kerja nyatanya mendukung Jokowi-Ma’ruf dibuktikan dengan jumlah suara sah 4.707.867 atau setara 52,57 persen.

Ambil contoh saja kemenangan telak di Kalimantan Timur, Jokowi-Ma’ruf mampu meraup dukungan 1.094.845 suara (55,71) jauh di atas pasangan Prabowo-Sandi (670.443/44,29%).

DJM hingga saat ini masih solid dan masih terus berkoordinasi dengan DPN DJM yang tersebar di 34 provinsi se-Indonesia dan belum bubar.

Dari hasil diskusi serta masukan mayoritas DPW menginginkan adanya posisi strategis kepada pendiri sekaligus inisiator DJM serta Ketua Ormas Indonesia Bersatu Tiga Pilar (Adat, Agama dan Pemerintah) yaitu Dr. Lenis Kogoya, S.Th.,M.HUM.

Hal ini disampaikan sebagai bentuk mengingatkan kepada Jokowi, bahwa perjuangan memang semuanya garda baik itu parpol pengusung, relawan, simpatisan serta stakeholder yang mendukung Jokowi-Ma’ruf, tetapi seharusnya jerih payah, keringat yang bercucuran dari relawan perlu Presiden hargai tanpa relawan Jokowi juga tidak mungkin melenggang di atas angin mengalahkan Prabowo Sandi.

Jika dilihat tak satu pun relawan terakomodir di susunan kabinet. Hal ini berbanding terbalik dengan perjuangan relawan. Seharusnya relawan dapat dijadikan mata dan perpanjangan tangan jokowi dalam mengakomodir kepentingan akar rumput misalnya dengan program-program positif menyentuh langsung kemasyarakat akar rumput.

Atas dasar hal ini pihaknya mengingatkan kepada Jokowi atas dukungan 34 propinsi maka dengan sangat besar hati ada harapan-harapan dari wilayah-wilayah supaya Dr. Lenis Kogoya, S.Th.,M.HUM. diberikan posisi yang strategis serta potensial hingga nantinya akan dibantu DPW-DPW melalui Ormas Indonesia Bersatu Tiga Pilar (ADAT, AGAMA dan PEMERINTAH) mengingat dilihat dari badground serta profile maupun track record sudah tidak diragukan lagi dimana Lenis adalah putra asli Papua.

Tentu sangat berharap menyerap aspirasi masyarakat Papua secara menyeluruh dan 34 provinsi lainnya se-Indonesia, baik itu pemerataan pembangunan, penyetaraan SDM, serta peningkatan ekonomi, karena putra asli Papua dan Kalimantan jika dilihat sangat minim diberikan ruang untuk berkarya di Bangsa yang berlambangkan Garuda tersebut.

Hal tersebut tentu merupakan ketimpangan dari pemerintah dalam memberikan kesempatan terhadap anak bangsa dalam berafiliasi untuk negeri ini sebagai anaknya Indonesia dan bukan anak tiri.

Sangat penting ketiga point di atas terakomodir demi Indonesia Maju, karena ormas Indonesia Bersatu Tiga Pilar adalah organisasi yang ke depannya akan memerangi paham-paham radikalisme secara intelektual, kukuh akan persatuan dan kesatuan Pancasila, komitmen menjaga keberagaman serta kemajukan baik dari sisi adat, agama serta pemerintah.

“Hal ini didasari dari program-program real hingga Indonesia tetap kuat bersatu, berbeda-beda tapi satu,” ungkap Linda.(Tribunpontianak/AW)

 

 

BAGIKAN

BERIKAN KOMENTAR

Silakan berikan komentar anda
Silakan masukan nama anda disini