Penyidik KPK memanggil tiga staf DPP PDIP sebagai saksi dalam kasus dugaan suap eks Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Ketiganya ialah Gery, Riri, dan Kusnadi.

Mereka dipanggil bersamaan dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto serta dua Komisioner KPU yakni Hasyim Asyari dan Evi Novida Ginting. Baik Hasto, Hasyim, dan Evi telah memenuhi panggilan tersebut.
Namun, khusus ketiga staf PDIP itu, belum diketahui apakah sudah memenuhi panggilan penyidik atau tidak.
“Akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SAE (eks caleg PDIP Saeful Bahri),” kata Plt juru bicara KPK, Ali Fikri, dalam keterangannya, Jumat (24/1).
Belum diketahui pula apakah ketiga saksi itu sudah memenuhi panggilan. Namun untuk Hasto, ia sudah tiba di kantor KPK.
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Wahyu Setiawan; eks caleg PDIP Harun Masiku; eks caleg PDIP sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina; dan Saeful sebagai tersangka. Wahyu, Agustiani Tio, dan Saeful telah ditahan. Sementara Harun Masiku masih buron.

Wahyu total menerima suap Rp 600 juta dari commitment fee sebesar Rp 900 juta. Rinciannya, Rp 400 juta diterima Wahyu dari Harun melalui Saiful dan Agustiani. Sementara Rp 200 juta masih didalami KPK terkait sumber dananya.

Suap tersebut dilakukan untuk memuluskan langkah Harun menggantikan caleg pengganti Riezky Aprilia dalam mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPR RI.
Di perkara ini, nama Hasto ikut terseret. Sebab salah satu tersangka, Saeful Bahri, disebut-sebut merupakan staf Hasto. Namun Hasto membantah terlibat. Dia menyebut menjadi korban tudingan tak benar.(KUMPARAN/AW)

BERIKAN KOMENTAR

Silakan berikan komentar anda
Silakan masukan nama anda disini