Ilustrasi KPK

DetikAsia.com – Setelah menetapkan dua orang tersangka, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membidik tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Bengkalis, Riau. Dimana proyek tersebut, dianggarkan dari dana APBD 2013-2015 sebesar Rp 494 miliar. Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis (13/9).

Dikatakan Febri, jika perhitungan kerugian negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah selesai, maka tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menetapkan tersangka lainnya.

“Nanti jika audit BPK tersebut sudah selesai, maka proses lebih lanjut di penyidikan ini, termasuk pengembangan pada pelaku lain akan lebih memungkinkan dilakukan,” jelas Febri.

Lebih jauh dijelaskan Febri, pihaknya sudah mengajukan perhitungan kerugian negara untuk kasus multi years ini sejak akhir tahun 2017 lalu.

“Dalam penyidikan kasus ini, kami masih menunggu finalisasi perhitungan kerugian negara dari BPK. Sejauh ini perhitungan awal indikasi kerugian negara lebih dari seratus miliar Rupiah,” jelasnya.

Diketahui dalam proyek ini, KPK sudah menetapkan dua orang tersangka. Mereka yakni mantan Kepala Dinas PU Bengkalis yang saat ini menjabat sebagai Sekda Kota Dumai Muhammad Nasir dan rekanan Hobby
Siregar selaku Direktur Utama PT MRC.

Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, ini merupakan proyek peningkatan jalan sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter. Dianggarkan dengan dana APBD 2013-2015 sebesar Rp 494 miliar.

Bahkan untuk mendalami kasus ini, KPK sudah melakukan penggeledahan di rumah dinas Bupati Bengkalis, Amril Mukminin yang pada saat itu merupakan anggota DPRD Bengkalis. Di sana, ditemukan uang Rp1,9 miliar.

KPK juga melakukan penggeledahan Kantor DPRD Bengkalis, dan Kantor Dinas PU Bengkalis. Di Dumai, KPK menggeledah Kantor Sekda Dumai, Kantor LPSE dan rumah subkontraktor di Dumai.

KPK turut menggeledah kantor kontraktor di Pekanbaru, tepatnya di Kecamatan Tenayan Raya dan di Kecamatan Marpoyan Damai. Dari penggeledahan, KPK sudah mengamankan banyak dokumen terkait proyek jalan tersebut.(JPC/TR)

BAGIKAN

BERIKAN KOMENTAR

Silakan berikan komentar anda
Silakan masukan nama anda disini