Jasad Daniel usai terseret KA. (ist/metro24jam.com)

DetikAsia.com, Medan – Unjuk nyali di hadapan teman-temannya, Daniel Sibuhea (12), tewas akibat tersenggol kereta api di jembatan perbatasan Medan Tembung dengan Jalan Pelikan, Perumnas Mandala, Kelurahan Kenangan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa (6/3/2018) sekira jam 15.00 Wib.

Saat dikunjungi di rumah duka di Jalan Kiwi 11 No 172, Perumnas Mandala, Basar (13) abang korban mengatakan, bahwa dia dan adiknya itu beramai-ramai pergi hendak mandi di Sungai Denai di bawah jembatan rel kereta api itu sekitar jam 13.00 Wib. Mereka pergi bersama teman-temannya, Berkat, Jojo, Dian dan Peri, Nisa. Sesampai di sana, mereka pun mandi-mandi.

Namun, beberapa saat kemudian, Daniel lebih dulu naik ke atas jembatan selesai mandi. Diduga karena ingin unjuk keberanian pada Nisa, Daniel yang masih duduk di kelas 5 SD Jalan Kiwi itu melakukan aksi tidur-tiduran di rel. Aksinya itu tergolong sangat nekat, karena saat itu kata Basar, dari kejauhan sudah terdengar klakson kereta api.

“Tadi sama pacarnya (Nisa) dia. Sering dia tidur-tidur di situ. Ini, entah kenapa lagi naasnya,” kata Basar, yang juga masih duduk di bangku SD. Saat itulah, kereta api pun semakin dekat. Akibatnya Daniel panik berusaha menghindar. Namun nahas, anak pertama dari pasangan Yanti Tobing dengan Faisal Sibuea itu tak sempat mengelak dan terseret hingga sejauh 20 meter sebelum terjatuh ke sungai.

“Terbanting-banting dia dijembatan besi rel itu sampai jatuh ke sungai. Ku tengok luka di kepala sama badannya. Pinggangnya pun ku rasa patah,” sebut Basar.

Sementara itu, nenek Daniel, Boru Saragih mengatakan, selama ini dia yang mengasuh kedua abang beradik Basar dan Daniel. Yanti menitipkan kedua anaknya ke rumah ibunya. Alhasil, kedua bocah tersebut bebas berkeliaran keluar rumah. “Nggak tahu entah kemana mamaknya, sudah nggak diperhatikan lagi mereka.

Sekarang [jasad Daniel] lagi dibawa ke RS Pirngadi,” sebut boru Saragih. Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu Philip Antonio Purba, mengatakan bahwa, korban tersambar kereta api hingga terjatuh ke sungai.

Namun, nyawa korban tidak dapat tertolong yang mengalami cidera cukup parah di sekujur tubuh. “Keluarga korban enggan melakukan visum dengan membuat surat pernyataan,” ujar Philip.(M24J/TR)

BAGIKAN

BERIKAN KOMENTAR

Silakan berikan komentar anda
Silakan masukan nama anda disini