Detikasia.com | Asahan – 

Di tengah merebaknya pandemi COVID 19, masyarakat Pamekasan Madura kesulitan mendapatkan cairan pembersih tangan. Warga pun membuat hand sanitizer berbahan murah. Cukup memanfaatkan dua jenis bahan, yakni alkohol 70 persen dan baby oil atau gel lidah buaya (aloe vera).

Namun ternyata tidak hanya masker dan anti septic yang langka, bahkan alkohol pun sudah jarang ditemukan di kisaran.

“Saya sudah keliling hampir semua apotek di kisaran, dari hampir 10 Apotek mengaku alkohol sudah kosong, namun alhamdulilah tadi tersisa 2 botol kecil kami dapat di salah satu apotek, itupun sudah stok terakhir,” ujar Ibu agustina yang ditemui kru media kompasnasional di salah satu apotek di kisaran, Rabu (25/03/2020) siang.

Tim Pengacara Dari Kantor Pengacara Darmawan Yusuf SH SE MPd MH dan Associates ini mencoba mencari stok Alkohol di beberapa apotek dan toko obat juga kesulitan. Padahal untuk membuat 100 mililiter hand sanitizer, minimal menggunakan 90 ml alkohol dan 10 ml baby oil atau aloe vera.

Menurut para ahli membasuh tangan dengan alkohol berkadar 70 persen, sebenarnya sudah cukup untuk mematikan kuman dan virus. Namun, dampak jika keseringan membasuh dengan alkohol saja itu dapat berdampak tangan menjadi kering. Karena itu, agar tangan tetap lembut, cairan alkohol dicampur dengan baby oil atau gel lidah buaya.

Tim Pengacara Dari Kantor Pengacara Darmawan Yusuf SH SE MPd MH CTLA Mediator dan Associates mencoba membuat antiseptik sederhana tersebut untuk kalangan sendiri atau di studio yang bisa disemprotkan atau dibilas ke tangan. Untuk wadah yang digunakan, sebaiknya pakai botol semprot.

“Kita mencoba membuat berdasar petunjuk dari rekan apoteker dan rekan dari tim medis, ternyata lebih sederhana dan mudah, tapi kendalanya selain bahan baku sudah mulai susah didapat seperti alkohol, eh sekarang bukan hanya masker mas, tapi botol tempat cairan tersebut juga ikut-ikutan susah, jadi kita harus benar-benar keliling baru dapat botol untuk parfum atau tempat sabun yang steril,” Tutur Agustina SE SH MH salah satu anggota Pengacara Dari Kantor Pengacara Darmawan Yusuf SH SE MPd MH CTLA Mediator dan Associates.

Cairan buatan sendiri tersebut menurut para ahli cukup efektif melindungi diri dari ancaman penyebaran virus dan bakteri sehingga diharapkan menyadarkan masyarakat untuk hidup sehat.

Menurut Kosidin SH BBa yang juga salah satu anggota Pengacara Dari Kantor Pengacara Darmawan Yusuf SH SE MPd MH CTLA Mediator dan Associates, meski buatan sendiri cairan antiseptic tersebut minimal menggugah semua pihak untuk membiasakan hidup sehat selain dihimbau menggunakan masker bagi kru yang sakit termasuk yang sehat.

Ket Foto:Pembagian Makanan 250 Pack dan Hand Sanitizer Gratis Hasil Racikan Sendiri.
Ket Foto:Pembagian Makanan 250 Pack dan Hand Sanitizer Gratis Hasil Racikan Sendiri.

“Ya ada beberapa rekan atau mitra kita yang kebetulan minta tolong dibuatkan dan ada sisa bahan kita bagikan juga dan kami semalam bekerja sama dengan Lions Club Golden Estate tanggal 24 maret 2020 sudah membagikan 250 Paket ke Pejalan kaki, Pengendara, Para Lansia, Becak di kota kisaran dan sekitarnya, karena buat kan cukup mudah jangan mau membeli dengan penjual nakal yang menaikkan harga sampai berpuluh-puluh kali lipat, hanya bahan yang agak susah,” tuturnya.

Ket Foto :Team Lions Club Golden Estate ketika hendak membagikan Hand Sanitizer Gratis hasil buatan sendiri ke Masyarakat Kota Kisaran dan Sekitarnya

 

Tidak hanya itu ada beberapa mitra dan klien tetap ratusam perusahaan dari kantor hukum Darmawan yusuf dan Associates juga menggunakan antiseptik buatan sendiri tersebut secara gratis, serta menginspirasi kru lainnya untuk membuat sendiri dan berbagi kepada keluarga di tengah kelangkaan dan mahalnya antiseptic di pasaran yang sering dimanfaatkan oleh para penjual online maupun penjual biasa yang tidak bertanggung jawab. (LS/red)

BERIKAN KOMENTAR

Silakan berikan komentar anda
Silakan masukan nama anda disini